Mengolah Sampah Organik dengan Ember Tumpuk

Komposter Ember Tumpuk, sesuai dengan namanya merupakan komposter yang dibuat dengan dua buah ember yang ditumpuk. Komposter ini dibuat untuk mengolah sampah dapur dengan larva Hi (Hermetia illucens) skala rumah tangga. Atau larva BSF (Black Soldier Fly alias Lalat Hitam) atau dikenal juga dengan istilah magot.

BACA JUGA : Pasar Daur Ulang di Tempat Wisata Opak Zoo

Ember tumpuk “pengelola sampah dapur“ ini bisa diletakkan di mana saja. Pilihan terbaik di tempat yang teduh, karena ember lebih awet. Agar terlihat cantik, ember tumpuk bisa juga dihias dengan lukisan atau gambar menggunakan cat.

Cara membuat Kompoter Ember Tumpuk ini sangat mudah. Membutuhkan dua (2) buah ember bekas cat (atau yang sejenis) ukuran 20 liter, stop kran dispenser, alat bor dan gergaji, mata bor dan pelubang 6 mm.

BACA: Cara Membuat Pot Cantik dari Handuk Bekas

Buat lubang sebanyak-banyaknya di dasar ember atas. Untuk pengatusan cairan sampah dapur.

Pertama, siapkan untuk Ember Atas yang berfungsi sebagai penampung sampah. Buat lubang-lubang kecil di bagian bawah untuk pengatusan. Lalu buat lubang kecil empat (4) buah di samping atas di bawah tutup.

Kedua, siapkan Ember Bawah untuk penampung lindi. Buat lubang untuk kran, 5 cm dari dasar ember. Pasang kran dispenser yang nanti akan berfungsi untuk memanen lindi. Kemudian, lubangi tutup ember, sisakan tepinya saja. Fungsinya untuk penyangga ember atas.

BACA JUGA : 12 Langkah Mudah Membuat Wayang Kristal

Lubangi tutup ember bawah sebagai dudukan ember atas.

Memancing Lalat Hitam

Masukkan sampah buah (busuk) secara berkala. Dalam suasana panas dan lembab, mikrobia cepat berkembang, aroma senyawa volatil yang dihasilkan akan mengundang lalat Hi (Hermetia illucens) datang bertelur.

Tunggu sampai larva Hi terlihat banyak dan aktif bekerja, baru dapat ditambah sampah yang mudah busuk lainnya (sayuran, sisa dapur, dll).

BACA JUGA : Mau? Aksi Lingkunganmu Menjadi Materi Edukasi KemenLHK?

Air lindi tampungan harus dimatangkan dulu untuk menjadi POC (Pupuk Organik Cair).

Lindi dibiarkan saja dalam ember bawah, setelah 2 bulan baru diteruskan dengan proses pematangan menjadi pupuk organik cair (POC). Caranya masukkan lindi ke dalam botol bening, separoh saja. Jemur di terik matahari dengan tutup dikendorkan. Tunggu sampai warna hitam coklat dan aroma lembut di hidung.

Warna hitam menandakan POC matang dan siap digunakan. Setelah jadi, POC diencerkan, misalnya: 50 ml POC + air 1 liter (konsentrasi larutan 5%).

Sedangkan untuk ember atas, dihasilkan Larva Hi dan kompos padat. Ini dapat dipanen secara berkala. Larva HI yang berupa magot ini juga bisa dijadikan pakan ternak maupun pakan lele dengan protein yang tinggi.

Kapan saat memanen? “Kalau isi ember penuh dan sampah sudah tidak mau turun lagi bisa segera dipanen atau dibiarkan saja beberapa waktu. Tidak ada waktu baku. Mau panen, begitu kita punya waktu saja,“ jelas Nasih Widya Yuwono.

Komposter jenis ini, memang pertama kali diperkenalkan oleh Dosen di Fakultas Pertanian UGM Nasih Widya Yuwono. Dipraktikkan oleh Sedulur Bank Sampah yang tergabung dalam Paguyuban Bank Sampah DIY. Pernah diprogramkan untuk 45 Kelurahan yang ada di wilayah Kota Jogja. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *