Pasar Daur Ulang dan Pelatihan 3R di Opak Zoo

Pengelolaan sampah harus terus dilakukan di masa pandemi ini. Edukasi terhadap masyarakat untuk mengelola sampah dengan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle) juga harus terus diberikan. Mengapa harus terus dilakukan? Ya, karena selama masa pandemi pun, kita semua tetap menghasilkan sampah.

Pengunjung di hari pertama dibukanya Pasar Daur Ulang Opak Zoo.

Minggu pagi (20/9) ini, Sedulur Bank Sampah yang ada di Bantul, menggelar acara menarik. Mereka yang tergabung dalam Paguyuban Bank Sampah DIY bersama Jejaring Pengelola Sampah Mandiri Kecamatan Pundong menggelar pelatihan daur ulang sekaligus membuka Pasar Daur Ulang.

Lokasi Pasar Daur Ulang aktivis Bank Sampah di Bantul.

Pasar Daur Ulang Bank Sampah DIY ini diagendakan digelar setiap Hari Minggu. Selain memasarkan berbagai produk daur ulang dari anggota Paguyuban Bank Sampah, juga digelar pelatihan daur ulang serta jualan aneka makanan lokal masyarakat sekitar. Konsepnya mirip dengan “Pasar Digital“ yang dikembangkan Kementerian Pariwisata di era Arief Yahya.

Selain bisa mendapatkan edukasi soal pengelolaan sampah, pengunjung bisa berwisata kuliner maupun wisata alam. Karena lokasi kegiatan ini dipusatkan di Opak Zoo. Satu kawasan wisata yang menarik. Pengunjung bisa menikmati pemandangan yang indah, sungai yang bersih dan hawa yang segar. Disediakan pula perahu untuk menyusuri sungai dengan tiket Rp 5.000 per orang.

Pengunjung bisa menikmati wisata sungai.

“Cocok untuk wisata keluarga sekaligus belajar pengelolaan sampah. Bisa mendapatkan foto-foto yang instagramable untuk konten media sosial,“ ujar Zaenal Mutakin, dari Paguyuban Bank Sampah DIY.

Pada gelaran perdana ini, pelatihan daur ulang diisi dengan pelatihan daur ulang plastik kresek dipandu oleh Rini dari Sedayu. Pesertanya, kader lingkungan dari tiga desa yakni Panjangrejo, Seloharjo dan Srihardono. Tiap desa diwaliki 10 orang. Sehingga total ada 30 orang peserta tiap pelatihan.

TUTORIAL Membuat SABUN MIJEL Lihat di SINI.

Untuk Minggu (27/9), pelatihan diisi dengan ketrampilan mengolah minyak jelantah menjadi sabun. Biasa dikenal dengan sebutan Sabun Mijel. Narasumbernya Bunda Tsalis dari Bank Sampah Miliar, Wijirejo, Pandak, Bantul.

Pengunjung wajib cuci tangan sebelum masuk lokasi kegiatan.

Kegiatan di masa pandemi ini dijalankan dengan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 secara ketat. Setiap pengunjung dan peserta diwajibkan memakai masker. Jika tidak membawa masker bisa membeli masker kain di lokasi kegiatan. Setiap pengunjung juga dicek suhu tubuhnya saat akan masuk lokasi kegiatan. Juga disediakan tempat cuci tangan dengan sabun.

Kegiatan komunitas ini berjalan karena keterlibatan sejumlah pihak. Ada dukungan dari pemerintah yakni melalui DLHK Kabupaten Bantul, pemerintah Kecamatan Pundong, pemerintah desa Panjangrejo, Seloharjo dan Srihardono. Juga ada dukungan dari pelaku bisnis yakni Toko Swalayan Purnama dan Bank BPD Bantul.

Mau hadir di kegiatan ini. Ikuti maps ke Opak Zoo klik di sini.

Share

One Ping

  1. Pingback: Memancing Lalat Hitam dengan Ember Tumpuk – Bank Sampah Jogja

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *