Cholid Mahmud Sarankan Pegiat Sampah Temui Bupati dan Dewan

Anggota DPD RI Cholid Mahmud menyarankan beberapa langkah kepada para pegiat sampah di Sleman. Salah satunya melakukan audisi kepada Bupati dan DPRD Kabupaten Sleman. Saat audiensi sudah membawa konsep tentang pengelolaan sampah.

Selain itu, pegiat sampah juga harus bekerja sama dengan media untuk publikasi terkait sampah.

“Juga lakukan edukasi tentang sampah di lembaga pendidikan dalam rangka pembentukan karakter serta memberikan pelatihan kepada guru tentang pengelolaan sampah,” saran Cholid Mahmud.

Saran tersebut disampaikan Cholid Mahmud setelah mendengar aspirasi dan curah pendapat dari pengurus Jejaring Pengelola Sampah Mandiri (JPSM) ‘Sehati’ Kabupaten Sleman. JPSM Sehati melakukan audiensi sebagai satu kegiatan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2021.

Audiensi yang diisi penyampaian ‘Aspirasi dan Curah Pendapat’ ini berlangsung di Ruang Serbaguna Kantor DPD RI, Jln. Kusuma negara 133 Yogya, Selasa (16/2). Hadir dalam audiensi ini Pengurus inti JPSM Sehati, perwakilan Pengurus Bank sampah dan TPS3R yang ada di 17 Kapanewon, Kabupaten Sleman.

Secara umum permasalahan yang disampaikan oleh pegiat sampah berkisar pada penegakkan regulasi kaitan sampah, belum adanya pengalokasian dana desa untuk penanganan sampah, kesadaran masyarakat yang masih rendah, permasalahan TPS3R, dan  fasilitasi pemerintah yang dirasa masih kurang.

Sebelum curah pendapat, Ketua JPSM ‘Sehati’ Sleman Hijrah Purnama Putra menyampaikan secara ringkas profil JPSM Sehati. Diungkapkan, selama ini JPSM telah bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Lingkungan Hidup.

Disampaikan pula sumbangsih yang telah diberikan oleh JPSM melalui kegiatan Bank Sampahnya dan masalah-masalah yang masih belum terselesaikan berkaitan dengan pengelolaan sampah.

Hijrah menambahkan bahwa Bank Sampah ataupun sedekah sampah merupakan wujud dari Pengelolaan sampah yang berbasis masyarakat. Namun dalam operasionalnya, pengelolaan sampah yang diinisiasi oleh masyarakat itu masih memerlukan uluran tangan dari pemerintah.

“Masih banyak persoalan yang penyelesaiannya tidak hanya masalah teknis namun ada juga masalah kelembagaan dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pemerintah. Juga masalah anggaran,” papar Dosen Teknik Lingkungan UII ini.

Hijrah juga menyinggung sedikit tentang Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan. Dikatakannya kondisi TPA yang sudah tidak layak lagi dijadikan tempat pembuangan akhir dari sampah yang berasal dari Kota Yogya, Sleman dan Bantul. Ini artinya menjadi tugas pemerintah untuk memikirkan tempat baru untuk TPA.

Pria kelahiran Aceh ini menambahkan dengan semangat pejuang lingkungan, JPSM Sehati membantu pemerintah Kabupaten Sleman menyelesaikan masalah di tingkat sumbernya. Sampah selesai di rumah dengan cara dipilah dan diolah.

Semangat ini pula yang mendasari komitmen dari JPSM Sehati untuk membatu pemerintah dengan mencanangkan “Sleman Bebas Sampah 2025”.

Di akhir paparannya, Hijrah menyerahkan Dokumen Profil JPSM Sehati Kabupaten Sleman tahun 2021, periode 2021 -2023 kepada Cholid Mahmud.

Cholid lantas memberikan gambaran tentang ketugasan di DPD RI. DPD mewakili kewilayahan/provinsi dan memiliki tugas sebagaimana parlemen yaitu legislasi, pengawasan dan budgeting.

Untuk fungsi legislasi, DPD fokus pada perundang-undangan yang terkait dengan daerah. Termasuk di masa reses seperti ini, tugas parlemen untuk mendapatkan masukan dari masyarakat. Hasil masukan tersebut akan dikompilasi dan menjadi bahan untuk 4 komite yang ada di DPD sesuai bidang ketugasan masing-masing.

Ditegaskan oleh Cholid, di masa reses ini anggota DPD akan mengkompilasi permasalahan yang ada di tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat. Permasalahan di Kabupaten/Kota akan dikomunikasikan dengan Kabupaten/Kota, sedangkan permasalahan Pusat dikumpulkan dari seluruh provinsi dan diklasifikasikan di setiap komite.

Berkaitan dengan sampah, menurut Cholid, bisa dimanage atau diatur oleh undang-undang. Sedangkan di level daerah bisa diatur dengan Perda. Harapannya dengan regulasi dapat menjadi jawaban untuk menyelesaikan persoalan publik termasuk masalah sampah.

Audiensi yang berlangsung dengan protokol kesehatan ini dimulai pukul 09.00 dan berakhir pukul 12.00. Di akhir audiensi, peserta diminta mengisi usulan secata tertulis dalam lembar jaring aspirasi. Kegiatan yang dihadiri 30 peserta ini ditutup dengan foto bersama. (*)

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *