Miris! 190 Ribu Ton Sampah Plastik, Hanya 12% yang Dapat Dikumpulkan

Webinar HPSN 2021

Hasil studi yang dilakukan Unilever Indonesia dan Sustainable Waste Indonesia ini begitu memiriskan hati. Betapa tidak. Studi memperlihatkan bahwa dari 189.349 ton (190 ribu ton) sampah plastik rata-rata/bulan yang dihasilkan di Pulau Jawa, hanya 11,83%  (12%) yang dapat dikumpulkan.

Sedangkan sisanya sebanyak 88,17% berakhir di TPA atau tidak terangkut sehingga menyebabkan pencemaran lingkungan. Padahal, jika dikelola dengan baik, sampah plastik dapat memberikan nilai ekonomi.

Oleh karena itu, transisi menuju konsep ekonomi sirkular yang melibatkan peran dari seluruh pelaku di rantai nilai sampah kini menjadi semakin krusial untuk mengubah permasalahan sampah plastik menjadi peluang menuju pemulihan ekonomi nasional.

Di dalam keutuhan rantai nilai ini, terdapat peran besar dari sektor informal, yaitu pemulung, yang membantu mengumpulkan sampah untuk menghasilkan bahan baku guna mendukung industri daur ulang.

Sedulur Bank Sampah, dalam rangka menyambut Hari Peduli Sampah Nasional 2021, Unilever Indonesia mempersembahkan sebuah webinar bertajuk “Pentingnya Kolaborasi Para Pelaku Rantai Nilai Sampah dalam Mewujudkan Ekonomi Sirkular”.

Dipandu oleh Andini Effendi, webinar ini menghadirkan Rosa Vivien Ratnawati, SH., M.Sc – Direktur Jenderal Pengelolaan Limbah, Sampah, dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI (dalam konfirmasi), Nurdiana Darus – Head of Corporate Affairs and Sustainability PT Unilever Indonesia, Tbk., Dr. Alin Halimatussadiah – Ketua Kajian Ekonomi Lingkungan LPEM FEB UI, dan Prispolly Davina Lengkong – Ketua Perkumpulan Pemulung Indonesia Mandiri (PPIM).

Webinar akan digelar melalui Zoom pada hari Kamis, 18 Februari 2021 pukul 13.00 – 14.30. Daftarkan diri Anda sekarang juga. Daftar KLIK DI SINI.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *