Bikin Sendiri 9 Pewarna Alami untuk Kreasi Jumputan

Jumputan atau tie dye  mendadak naik daun. Teknik pewarnaan kain ini menjadi
aktivitas kreatif yang dapat menimbulkan perasaan senang di tengah pandemi.

Jumputan merupakan teknik pewarnaan kain dengan metode pencelupan. Kain
diwarnai dengan mengikat beberapa bagian tertentu sebelum dilakukan pencelupan
sehingga memberikan efek-efek pola atau motif tertentu. Banyak orang
mengkombinasikan teknik jumputan dengan batik.

Banyak yang menggunakan pewarna sintetis untuk kreasi tie-dye. Padahal, selain
harganya relatif mahal, pewarna sintetis juga jelas tidak ramah lingkungan.

Sebagai aktivis lingkungan, Sedulur Bank Sampah bisa mengganti pewarna sintetis
dengan berkreasi menggunakan pewarna alami. Banyak pewarna alami yang bisa
didapat dari dapur Sedulur Bank Sampah.

Beberapa di antara pilihan pewarna alami untuk jumputan.
1. Alpukat
Selain mengandung banyak vitamin, alpukat juga mengandung pigmen yang
membuatnya dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif pewarna alami. Hampir
semua bagian alpukat dapat dijadikan pewarna alami.
Daun alpukat bisa menghasilkan rentang warna cokelat. Sementara biji dan kulit
alpukat umumnya menghasilkan warna antara cokelat hingga merah muda.
Caranya, rebus daun alpukat hingga air berubah warna. Umumnya, tahap ini
membutuhkan waktu sekitar 30-60 menit untuk mengeluarkan ekstrak warna dari
tumbuhan.
Setelah air berubah warna, saring dan pisahkan air dengan bahan. Air warna pun bisa
dipakai untuk mencelup kain.

2. Bayam
Bayam juga bisa menjadi salah satu pilihan pewarna alami. Jangan pikir bahwa bayam
hanya bisa dimakan. Pigmen warna hijau pada klorofil daun bayam dapat memberikan
efek warna hijau pada kain.
Caranya, rebus daun bayam hingga air berubah warna. Untuk mengeluarkan ekstrak
warna dari bayam ini sekitar 30 menit. Setelah air berubah warna, saring dan pisahkan
air dengan bahan.

3. Bawang merah dan bombai
Setelah dikupas, kulit bawang jangan dibuang. Manfaatkan kulit bawang sebagai
pewarna alami.
Kulit bawang merah dikenal memiliki pigmen warna merah yang berasal dari antosianin.
Kulit bawang bombai memiliki pigmen warna kuning kecokelatan. Warna yang
dihasilkan akan berkisar antara rentang cokelat muda menuju merah bawang.
Cara mendapatkan warna alami dari bawang merah juga cukup mudah. Cukup rebus
kulit bawang hingga keluar warna coklat atau merah. Warna tersebut bisa diterapkan
pada kain.

4. Daun ketapang
Pohon yang umumnya hidup di kawasan pantai ini telah lama dikenal sebagai pewarna
alami. Ketapang umum digunakan oleh masyarakat pesisir.
Pada dasarnya, daun pohon ketapang memiliki pigmen warna kecokelatan. Namun, jika
dicampur dengan larutan tertentu, daun ketapang bisa menghasilkan warna hitam.

5. Indigofera atau tanaman nila
Indigofera telah lama digunakan sebagai pewarna alami oleh masyarakat. Sejarah
mencatat, pada abad ke-16, masyarakat India dan beberapa negara di Asia Tenggara,
termasuk Indonesia, telah membudidayakan indigofera untuk kemudian digunakan
sebagai pewarna alami.
Daun dari tanaman indigofera dapat menghasilkan biru laut yang cantik. Warna yang
dihasilkan umumnya sama seperti pada bahan denim.
Proses ekstraksi warna pada tanaman indigofera bisa dilakukan melalui cara
menghancurkan daun dengan tangan (diremas-remas) hingga menghasilkan warna.

6. Kayu secang
Selain menjadi bahan minuman tradisional populer, kayu secang juga bisa dijadikan
pewarna alami.
Tumbuhan ini tersebar di semua pulau Nusantara. Seduhan kayu secang dapat
menghasilkan warna merah gading muda.

7. Kulit Manggis

Sering dianggap tak memiliki manfaat, kulit manggis ternyata memiliki banyak fungsi.
Selain bisa digunakan untuk pengobatan, kulit manggis juga bisa dijadikan sebagai
bahan alami pewarna kain.
Buah manggis sendiri, merupakan tanaman asli dari Asia Tenggara, tepatnya
semenanjung Malaya.
Namun, kini manggis sudah banyak tumbuh, di banyak negara tropis, termasuk
Indonesia. Manggis juga dikenal, karena memiliki rasa buah yang manis keasaman.
Untuk warna alami yang dihasilkan dari kulit manggis, adalah biru, ungu dan merah.
Hasil warna, bisa berbeda-beda sesuai dengan kondisi kulit manggis, dan cara
pengolahannya.
Cara mendapatkan warna alami tersebut, bisa diperoleh dengan cara menumbuk halus
kulit manggis, lalu bubuk kulit manggis direndam menggunakan etanol dan dikeringkan.

8. Kunyit
Selain dikenal kaya akan manfaat kesehatan, kunyit juga menjadi salah satu pewarna
alami paling populer.
Tak sulit untuk mendapatkan warna dari kunyit. Pigmen warna kuning pada kunyit yang
disebut kurkuminoid sangat mudah menempel pada permukaan kain. Kunyit akan
menghasilkan warna kuning yang sangat cantik.
Cara untuk mendapatkan pewarna alami dari kunyit ini, sangat mudah. Karena Anda
hanya perlu memarut kunyit hingga halus, lalu rebus dan diamkan hingga dingin.

9. Suji
Sering dijadikan sebagai pewarna alami pada makanan, daun suji juga bisa dijadikan
sebagai bahan alami pewarna kain. Daun suji ini akan menghasilkan warna hijau yang
cantik.
Untuk bisa mendapatkan warna hijau pada daun suji, caranya cukup mudah. Kamu
hanya perlu menumbuk halus daun suji, lalu diberi air dan didiamkan selama semalam.
Keesokan harinya, air akan berubah berwarna hijau pekat, dan siap untuk dijadikan
sebagai bahan alami pewarna kain.
Selain daftar di atas, Sedulur Bank Sampah juga bisa berkreasi dengan kol ungu,
bunga telang, bunga rosella, kulit jeruk, dan bahan-bahan lainnya.

Cara memanfaatkan untuk jumputan sangat mudah. Masukkan kain ke dalam larutan
untuk proses pencelupan. Sebelum dicelup, ikat dan lipat kain sesuai dengan motif
yang Anda inginkan.

Sebagai pilihan yang lebih mudah, ikat kain secara sembarang untuk mendapatkan
motif yang lebih abstrak. Kreasikan sesuai imajinasi Anda.

Gunakan cuka dan garam untuk memperkuat warna.

Perlu dicatat, hasil awal proses pewarnaan dengan menggunakan bahan alami akan
menghasilkan warna yang cenderung lembut dan tipis. Ulangi proses pencelupan atau
pewarnaan beberapa kali hingga Anda mendapatkan tingkat warna yang diinginkan.
Gunakan pula kain katun dan sutra untuk hasil terbaik. Pewarna alami akan bekerja
dengan baik pada kain yang juga dibuat dari serat alami pula. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *