JPSM Sleman Diajak Rumuskan Bank Sampah Induk dan Raperbup

Sudah saatnya Kabupaten Sleman memiliki Bank Sampah Induk (BSI). Bank Sampah Induk ini harus menjadi bank sampah yang memayungi, mengayomi bank sampah unit (BSU) yang ada di Kabupaten. Bank sampah induk ini juga harus bisa menambah minat masyarakat untuk terlibat dalam pengelolaan sampah.
“Di Tambakboyo (depo transfer DLHK Sleman) itu ada lahan 6.000 meter. Saya ingin ada unit pengomposan kabupaten di sana. Lalu ada gudang pelayanan untuk masyarakat. Kemudian ada Bank Sampah Induk yang lengkap. Misalnya bisa mengolah plastik,“ ujar Ir Dwi Anta Sudibya, MT.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Sleman ini menyampaikan gagasannya di hadapan pengurus Jejaring Pengelola Sampah Mandiri (JPSM) Sehati, Sleman. Para pegiat bank sampah ini bertemu Dwi Anta Sudibya bersama para pemenang dan peserta lomba kreasi limbah banner Pilkada di Kantor Unit Persampahan, Senin (8/3).
Pertemuan diikuti 20-an orang dengan menerapkan protokol kesehatan. Pertemuan tersebut merupakan ajang pemberian hadiah kepada para pemenang lomba kreasi limbah baner pilkada. Sekaligus, penutupan rangkaian kegiatan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang digelar oleh JPSM Sehati Sleman.
Sebagai pemenang pertama kreasi baner Pilkada adalah Siti Maryamah (KPSM Klakah Elok, Berbah), pemenang kedua Asih Nuryani (Asih Collection) dan ketiga Sih Sujati (Mukti Collection). Masing-masing mendapat uang dan sertifikat. Para pemenang dan peserta lomba kemudian berfoto bersama Dwi Anta Sudibya dan Ketua JPSM Hijrah Purnama Putra.
Sebelum pemberian hadiah, Dwi Anta Sudibya menyampaikan berbagai kebijakan menyangkut penanganan dan pengurangan sampah di kabupaten dengan semboyan Sembada ini. Pria yang akrab disapa Dibya ini lantas mengajak JPSM untuk memikirkan pendirian Bank Sampah Induk.
“ Kami mulai mencicil membangun. Silakan JPSM berembug untuk merumuskan BSI ini. Tak usah terlalu berteori. Yang penting jalan,“ tegas Dibya.
Dibya mengingatkan dua hal yang bisa dilakukan oleh JPSM untuk mendukung program pemerintah kabupaten Sleman. Yakni terus melakukan kegiatan yang bisa meningkatkan pengurangan sampah ke TPA dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah secara benar.
Dikatakannya, kalau hanya menumbuhkan jiwa lingkungan saja akan sulit. Maka jiwa ekonomi juga harus diperlihatkan. Bahwa mengolah sampah itu bisa memunculkan sisi ekonomi, bahwa sampah itu bisa menjadi nilai tambah. Jika sudah menyangkut aspek ekonomi ini, minat masyarakat bisa disentuh.  “ Kalau menghasilkan uang lebih gampang untuk menyadarkan masyarakat,“ katanya.
Selain mengajak JPSM memikirkan penyusunan Bank Sampah Induk, Dibya juga mengajak para pegiat lingkungan di bawah komando Dr Hijrah Purnama Putra ini untuk ikut berkontribusi dalam penyusunan Rancangan Peraturan Bupati (Raperbup).
Saat ini, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Sleman sedang menyusun dua Raperbup yang berkaitan dengan pengelolaan sampah. Yang pertama Raperbup Pelembagaan Pengelolaan Sampah Mandiri dan kedua Raperbup Jasa Pengolahan Sampah.
Kedua Raperbup ini untuk memenuhi amanah Perda Sampah Kabupaten Sleman yang sudah ditetapkan sejak 2015.
Ketua JPSM Sleman Hijrah Purnama menyambut baik ajakan Kepala DLHK. Pihaknya segera merapatkan barisan untuk ikut berkontribusi dalam beberapa tawaran yang disampaikan Dwi Anta Sudibya. “ Banyak PR nih kita. Tapi, insyaAllah bisa kita kerjakan dan memberikan kontribusi bagi pengelolaan sampah di Sleman, “ tandas Hijrah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *