Paguyuban Bank Sampah Hebohkan Malioboro

Tak hanya mengolah sampah anorganik, di tempat itu diperlihatkan pula sejumlah metode mengolah sampah organik.

Kehebohan itu terus terasa dan dikenang. Bahkan banyak yang menjadikan kehebohan itu sebagai titik awal untuk mengelola sampah rumah tangganya dengan lebih baik.

Ya, itulah kehebohan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2020 yang digelar Paguyuban Bank Sampah DIY di Malioboro, Selasa Wage (18/2) 2020.

Kehebohan terjadi karena Paguyuban mengajak masyarakat Jogja untuk mengelola sampahnya dengan mencontohkan cara-caranya. Baik mengelola sampah organik maupun anorganik. Di acara yang bertepatan dengan Selasa Wagen Malioboro itu, digelar pelatihan 50 jenis pengolahan sampah.

Tak hanya mengolah sampah anorganik, di tempat itu diperlihatkan pula sejumlah metode mengolah sampah organik.

.

Pada momen tersebut, di sepanjang pelataran toko mulai dari depan Batik Margaria ke utara sampai simpang Pajeksan, sejumlah kelompok bank sampah sibuk mempraktikkan pengolahan sampah menjadi bermacam kerajinan. Para pengunjung Malioboro pun banyak berkerumun melihat bagaimana proses pembuatan kerajinan.

Tak hanya mengolah sampah anorganik, di tempat itu diperlihatkan pula sejumlah metode mengolah sampah organik. Mulai dari pembuatan kompos dari sampah sisa dapur, lalu pembuatan pelet pakan ikan hingga pemanfaatan magot (black soldier fly). Diperlihatkan pula metode Ember Tumpuk dan Losida (Lodong Sisa Dapur) dalam pengolahan sampah organik.

Kehebohan pada peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2020 oleh Paguyuban Bank Sampah DIY.

Paguyuban Bank Sampah DIY memang mengajak masyarakat mulai lebih peduli pada sampahnya dan melakukan pengelolaan sampah mandiri atau melalui bank sampah. Pengelolaan ini, berperan penting untuk membantu pemerintah dalam mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan.

Pengelolaan sampah sejak dari rumah ini juga mendukung Gerakan Nasional #pilahsampahdarirumah yang dicanangkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Pelatihan ini heboh karena bebas diikuti pengunjung Malioboro secara gratis. Dan dalam catatan daftar hadir Paguyuban, pelatihan diikuti sekitar 1.500an peserta. Ada pelatihan yang diikuti oleh 30 peserta. Dan ada yang diikuti hingga 80-an peserta.

Melihat respons seperti ini, serta untuk memasifkan kampanye pengelolaan sampah, ke depannya Paguyuban berencana menggelar pelatihan serupa di tempat dan waktu berbeda. “Kalau ada yang berminat di luar ini, bisa menghubungi sekretariat, kami akan siapkan trainernya,” tegas Sekretaris Paguyuban Erwan Widyarto. (*)

Share

One Ping

  1. Pingback: Bank Indonesia Gandeng Paguyuban Bank Sampah Gelar Lomba Daur Ulang – Bank Sampah Jogja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *