Ayo Bertanam, Manfaatkan Pekarangan

Stay at home begitu populer di masa pandemi COVID-19. Ya, kita semua dipaksa untuk tinggal di rumah demi memutus mata rantai penyebaran virus. Bagi Sedulur Bank Sampah, ini kesempatan untuk lebih produktif menghasilkan suatu kebaikan.

Baca : Tutorial Membuat Sabun Minyak Jelantah

Banyak aktivitas bisa dilakukan. Salah satu yang kemudian menjadi kebiasaan baik adalah memanfaatkan pekarangan rumah tangga, untuk berkebun,menanam sayur. Dan ternyata, ini bisa membantu menopang kebutuhan pangan rumah tangga.

Terpantau di WAG Paguyuban Bank Sampah, para anggota memanfaatkan masa berdiam di rumah dengan berkebun beragam macam sayuran, seperti bayam merah, kacang panjang, sawi hijau, cabe, tomat, kangkung….

Terpantau di WAG Paguyuban Bank Sampah, para anggota memanfaatkan masa berdiam di rumah dengan berkebun beragam macam sayuran, seperti bayam merah, kacang panjang, sawi hijau, cabe, tomat, kangkung dan sejenisnya. Bahkan ada yang memadukannya dengan ternak ikan melalui teknologi Budiklamber. Budi daya ikan dalam ember.

Baca di sini: Pelatihan 3R dan Daur Ulang

Dalam berkebun, ada yang menanam menggunakan polybag bekas pouch minyak goreng yang disusun rapi di pekarangan rumahnya yang tak begitu luas. Ada yang menggunakan bekas botol air mineral. Bekas gelas, dan sebagainya. Umumnya memanfaatkan bahan sampah (reuse) menjadi media dalam bertanam. Ada pula yang melakukan regrow dari sayuran sisa memasak.

Bibitnya diperoleh dari toko tani, tapi juga banyak saling tukar antaranggota. Di sinilah enaknya memiliki komunitas yang hidup. Sedangkan kebutuhan pupuk beberapa memanfaatkan kompos produksi sendiri, berupa kompos dan pupuk cair dari limbah rumah tangga.

Baca : Tips Memotret Produk Daur Ulang

Beberapa anggota Paguyuban merupakan kelompok Petani Sayur Kota yang memiliki program Lorong Sayur, Kampung Sayur dan sejenisnya. Mereka sudah akrab dengan pertanaman organik semacam ini. Masa Pandemi, membuat mereka lebih intens beraktivitas mengelola pekarangan di rumahnya.

Selama masa Pandemi, umumnya sudah pada panen. Terutama yang menanam bayam merah dan kangkung. Bayam merah selain mudah ditanam dan dirawat juga memiliki masa panen hanya 3 minggu. Sedangkan kangkung dan kacang panjang butuh waktu lebih lama, yaitu 4 minggu.

Baca : Kelola Sampah Organik dengan Losida

Menanam sayuran di pekarangan bisa beragam cara. Bisa menggunakan pot yang disusun di sebuah rak bertingkat, sehingga lebih tertata dan indah dipandang mata. Bisa memanfaatkan dinding. Dengan meletakkan botol bekas di dinding.

Berkebun di halaman rumah tangga tentu merupakan hal yang positif di masa pandemi COVID-19 ini. Apalagi tidak memerlukan lahan yang luas. Sehingga bisa dilakukan oleh siapa pun. Lahan kecil di pekarangan rumah bisa dimanfaatkan untuk menanam, tanpa harus ditanam langsung di tanah, bisa keranjang-keranjang plastik yang diberi media tanam.

Pertanian organik ini juga tidak terlalu sulit. Bisa diusahakan sendiri tanpa mengeluarkan biaya yang besar. Contohnya untuk kebutuhan pupuk bisa menggunakan kompos yang dibuat sendiri. Dan itu “pekerjaan sehari-hari“ para Sedulur Bank Sampah.

Jadi, berkebun di pekarangan bisa menjadi solusi pangan keluarga. Bahkan sayuran yang sehat dan aman karena jelas sumbernya dari kebun sendiri. Kalau beli dari luar was was tercemari virus.

Berkebun atau bertani sayuran ini, dalam skala yang lebih besar memiliki potensi menjadi pendapatan baru bagi rumah tangga. Apalagi sayur-sayuran adalah tanaman yang telah menjadi kebutuhan utama sehari-hari ditambah kesadaran masyarakat perkotaan akan konsumsi makanan yang sehat tanpa residu bahan kimia.

Perubahan gaya dan pola konsumsi ke arah pola konsumsi yang lebih sehat menyebabkan konsumen rumah tangga di perkotaan sangat peduli terhadap keamanan pangan pada budidaya produk sayur-sayuran. Jadi ini peluang usaha yang menjanjikan.

Ayo berkebun memanfaatkan pekarangan! (wan)

Share

One Ping

  1. Pingback: Yuuk, Belajar Upcycling Sampah Plastik! – Bank Sampah Jogja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *