Sayangi Bumi, Ini 7 Cara yang Mudah Dilakukan di Rumah

Peringatan Hari Bumi, 22 April baru saja usai. Tapi, upaya untuk menyayangi bumi tak boleh berhenti. Tidak cukup hanya dengan aksi di jalan. Harus ada aksi nyata yang dilakukan di rumah.

Ada banyak cara yang dapat kita lakukan sebagai individu dalam skala rumahan untuk menekan laju perubahan iklim. Apa saja?

1. Kurangi potensi timbulan sampah

Selalu berpikir dan bertindak reduce. Sehingga tidak menambah munculnya sampah. Memakai tas belanja sendiri bagus. Tapi harus dilanjutkan dengan isian tas belanjanya.

Jangan membeli kebutuhan yang berpotensi menimbulkan sampah lebih banyak. Pilih yang potensi timbulan sampahnya sedikit. Contoh saat membeli teh, tentu teh tubruk lebih sedikit sampah daripada teh celup. Membeli telur curah lebih baik daripada telur yang dikemas mika.

Serbet atau lap makan dari tenun ATBM ini bisa mengurangi penggunaan tisu.

Ganti penggunaan tisu dengan sapu tangan atau lap makan. Ingat, pembuatan tisu membutuhkan pohon. Banyak pohon ditebang untuk membuat tisu. Sedangkan kalau kita memakai sapu tangan atau lap makan, apalagi produk UKM lokal, kita bisa sekaligus membantu produktivitas UKM. Di Sleman, misalnya ada sentra pembuat lap makan di daerah Gamplong, Moyudan. Letaknya di Sleman wilayah barat.

2. Pilah sampah dari rumah

Memilah sampah itu sedekah. Sampah yang terpilah meningkat nilai ekonominya. Pemulung, tukang rongsok lebih senang jika mendapatkan sampah yang telah dipilah. Jika kita memberikan sampah ke pemulung dalam bentuk sampah pilah, nilai sedekahnya makin besar. Sampah yang tidak terpilah, memiliki nilai yang rendah. Bahkan bisa tidak bernilai sama sekali.

Memilah sampah di rumah adalah langkah yang mudah. Pilah menurut jenisnya, organik dan anorganik. Yang anorganik pilah lagi dalam kelompok plastik, kertas dan logam. Sangat mudah.

 3. Mengelola sampah organik dengan mengompos

Setelah dipilah dan mendapatkan sampah organik, kelola dengan mengomposkannya. Lebih dari 60 persen sampah yang hadir di pembuangan akhir adalah sisa makanan. Bercampurnya bahan organik dengan anorganik ini menyebabkan timbunan sampah yang menghasilkan gas metan.

Jika tidak dikelola dengan baik, maka gas tersebut akan memicu kebakaran dan ledakan. Yang bisa menyebabkan longsoran. Kita tentu tidak ingin menjadi pihak yang berkontribusi membuat ledakan seperti itu. Apalagi yang kemudian menelan korban jiwa sebagaimana peristiwa TPA Leuwigajah, Bandung, 2005. TPA ini meledak dan longsoran sampahnya mengubur dua desa sehingga 147 jiwa melayang.

Manfaatkan Losida untuk mengomposkan sampah organik rumah tangga.

Dengan mengelola sampah organik di rumah, seperti sisa konsumsi buah ataupun sayur kita dapat menekan volume sampah organik yang berpotensi tercampur di pembuangan akhir. Mengelolanya pun tak sulit, dengan menyiapkan wadah dan mengumpulkan sisa konsumsimu, serta bahan kering seperti kayu, kardus, daun kering. Agar komposmu tak menghasilkan bau berlebihan.

Mengelola sampah organik bisa dengan komposter, lubang tanah, biopori, Losida (Lodong Sisa Dapur), Takakura dan sebagainya. Teknologi pengolahan yang mudah dilakukan di rumah. Video Tutorial Membuat Losida.

4 Menghemat listrik dan air

Penggunaan listrik, air, bahkan kendaraan bermotor bisa memicu arus energi berlebihan. Hal itu juga yang memicu efek gas rumah kaca. Nah, menghemat pemakaian energi bisa kita terapkan di rumah dan kantor!

Kita bisa memulai komitmen ini dengan mematikan lampu ketika tidak dipakai, terlebih saat siang hari. Tutup keran air dengan baik, cabut kabel listrik yang sudah tidak digunakan. Ganti bak mandi dengan shower. Mandi dengan shower menghemat air hingga 40 persen dibanding menggunakan gayung.

5. Memanen air hujan

Saat musim hujan, jangan biarkan air hujan segera menghilang dari tempat kita. Jangan biarkan air hujan segera mengalir dan berkumpul di satu tempat hingga menyebabkan banjir.

Kita bisa menahan laju air hujan tersebut untuk tidak segera hilang. Buat resapan atau penampungan air sebanyak mungkin. Sehingga bisa dimanfaatkan untuk aktivitas sehari-hari seperti untuk mencuci kendaraan, mencuci sepatu atau menyirami tanaman.

6. Menanam Pohon

Menanam pohon bisa menggunakan pot.

Semua tahu manfaat pohon. Kalau di rumah kita memungkinkan untuk menanam pohon, pasti manfaatnya bisa kita rasakan. Pohon di sekitar kita membuat lingkungan rindang dan sejuk. Pohon yang rimbun menghasilkan oksigen untuk makhluk hidup. Pohon juga bisa sebagai tempat berteduh di kala panas terik.

Jika yang kita tanam tanaman buah, manfaatnya pun makin berlimpah. Tidak punya lahan tanah, tanaman buah bisa ditanam di dalam pot. Menjadi Tabulampot.

Menanam pohon bisa kita lakukan di pekarangan rumah, maupun menjadi satu gerakan komunitas. Jika kita tidak atau belum bisa menanam pohon, bisa memulainya dengan tanaman bunga atau sayuran.

7. Menabung ke Bank Sampah

Sampah pilah yang kita dapat dari rumah, bisa disetor ke bank sampah. Bisa menjadi tabungan yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan lain. Sampah bisa menjadi sumber bahan baku di masa pandemi ini.

Sebagai bagian dari circular economy (ekonomi melingkar), bank sampah bisa menjadi pilihan dalam pengelolaan sampah lingkungan.

Jika ada pertanyaan seputar bank sampah, bisa kirim pertanyaan ke banksampahjogja.com dengan menuliskannya di kolom komentar. Atau di akun instagram @banksampahjogjadotcom  (*)

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *